Writer: Redaksi - Selasa, 03 Februari 2026 23:40:48
FYP Media - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini nilai tukar rupiah memiliki peluang besar untuk menguat hingga ke level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (USD). Optimisme tersebut disampaikan seiring keyakinan terhadap penguatan fundamental ekonomi nasional.
Menurut Purbaya, penguatan rupiah ke kisaran Rp15 ribu per USD bukanlah hal yang sulit dicapai apabila didukung oleh kebijakan ekonomi yang tepat. Ia menilai Bank Indonesia (BI) memiliki instrumen yang memadai untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
“Kalau rupiah bergerak ke sekitar Rp15 ribu per USD, menurut saya itu tidak terlalu sulit. Saya tidak berbicara mewakili bank sentral, tapi kalau saya di posisi mereka, level itu bukan sesuatu yang berat,” ujar Purbaya dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Purbaya menjelaskan, penguatan rupiah dapat dicapai melalui percepatan perbaikan fundamental ekonomi, khususnya dengan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pertumbuhan yang kuat akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menarik minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia.
Masuknya investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI), kata dia, akan memberikan dampak positif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Ketika modal asing mengalir masuk, rupiah berpotensi menguat secara alami.
“Ketika investor melihat pemerintah bekerja serius memperbaiki ekonomi dan pertumbuhan benar-benar terjadi, modal akan masuk dengan sendirinya dan rupiah akan menguat,” jelas Purbaya.
Menkeu juga menilai kondisi nilai tukar rupiah saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia. Pada penutupan perdagangan Selasa, rupiah tercatat menguat 44 poin atau 0,26 persen menjadi Rp16.754 per USD dari sebelumnya Rp16.798 per USD.
Ia menegaskan kondisi rupiah saat ini tidak mengarah pada krisis seperti yang terjadi pada 1997–1998. Pemerintah bersama Bank Indonesia serta otoritas lain yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus bersinergi menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Kami berupaya menjaga rupiah tetap di bawah Rp17 ribu. Level ideal sesuai asumsi APBN berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS,” kata Purbaya.
Purbaya menambahkan, koordinasi antara Kementerian Keuangan, BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan terus diperkuat guna mengantisipasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS.